Animasi dari MS Powerpoint

Salah satu Materi TIK yang di sukai oleh siswa-siswi SD Muhammadiyah 1 Krian adalah membuat ANIMASI dari POWERPOINT. Power point adalah salah satu program yang include di  microsof office yang membantu proses kegiatan-kegiatan yang biasa digunakan untuk seminar, presentasi dan pembahasan lainnya. Tetapi hal ini berbeda yang dilakukan oleh siswa SD Muhammadiyah 1 Krian, dengan mengoptimalkan program Ms Powerpoint ini, siswa dapat membuat segala animasi dari tingkat yang sederhana sampai animasi tingkat yang paling sulit. Untuk mengintip lebih jauh MAHAKARYA ANAK BANGSA SD Muhammadiyah 1 Krian… silakan unduh filenya dalam format presentasi (.ppt) atau format video (.mpg)

Kreasi ROBOT from Daffa Faris siswa Kelas 6 (2010-2011) format  .ppt .mpg

_____________________________________________________________

Kreasi MOBIL From Naufal siswa Kelas 4 (2010-2011)  format .ppt .mpg____________________________________________________

Kreasi IPad From Farhan Kelas 6 (2010-2011) format .ppt .mpg

_______________________________________________________________________

Kreasi Naruto vs Sasuke From Zidan, Firdaus, Syifa’  Kelas 4 (2010-2011) format .ppt .mpg

_____________________________________________________

Kreasi Bilyard from Fikri Kelas 6 (2010-2011) format .ppt .mpg

___________________________________________________________

Kreasi Orbit form Arya dan Febri Kelas 4 (2010-2011) format .ppt atau .mpg

____________________________________________________________

Kreasi Lirikan RObot from Thyo Kelas 5 (2010-2011) format .ppt atau .mpg

___________________________________________________________

Kreasi Ular Jadian from Syafiq Kelas 6 (2010-2011) fomat .ppt atau .mpg

KH. Ahmad Dahlan

Kyai Haji Ahmad Dahlan (lahir di Yogyakarta, 1 Agustus 1868 – meninggal di Yogyakarta, 23 Februari 1923 pada umur 54 tahun) adalah seorang Pahlawan Nasional Indonesia. Ia adalah putera keempat dari tujuh bersaudara dari keluarga K.H. Abu Bakar. KH Abu Bakar adalah seorang ulama dan khatib terkemuka di Masjid Besar Kasultanan Yogyakarta pada masa itu, dan ibu dari K.H. Ahmad Dahlan adalah puteri dari H. Ibrahim yang juga menjabat penghulu Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat pada masa itu.

Latar belakang keluarga dan pendidikan

Nama kecil KH. Ahmad Dahlan adalah Muhammad Darwisy. Ia merupa

kan anak keempat dari tujuh orang bersaudara yang keseluruhan saudaranya perempuan, kecuali adik bungsunya. Ia termasuk keturunan yang kedua belas dari Maulana Malik Ibrahim, salah seorang yang terkemuka di antara Walisongo, yaitu pelopor penyeba

ran agama Islam di Jawa.[1] Silsilahnya tersebut ialah Maulana Malik Ibrahim, Maulana Ishaq, Maulana ‘Ainul Yaqin, Maulana Muhammad Fadlullah (Sunan Prapen), Maulana Sulaiman Ki Ageng Gribig (Djatinom), Demang Djurung Djuru Sapisan, De

mang Djurung Djuru Kapindo, Kyai Ilyas, Kyai Murtadla, KH. Muhammad Sulaiman, KH. Abu Bakar, dan Muhammad Darwisy (Ah

mad Dahlan).[2]

Pada umur 15 tahun, ia pergi haji dan tinggal di Mekah selama lima tahun

. Pada periode ini, Ahmad Dahlan mulai berinteraksi dengan pemikiran-pemikiran pembaharu dalam Islam, seperti Muhammad Abduh, Al-Afghani, Rasyid Ridha dan Ibnu Taimiyah. Ketika pulang kembali ke kampungnya tahun 1888, ia berganti nama menjadi Ahm

ad Dahlan.

Pada tahun 1903, ia bertolak kembali ke Mekah dan menetap selama dua ta

hun. Pada masa ini, ia sempat berguru kepada Syeh Ahmad Khatib yang juga guru dari pendiri NU, KH. Hasyim Asyari. Pada ta

hun 1912, ia mendirikan Muhammadiyah di kampung Kauman, Yogyakarta.

Sepulang dari Mekkah, ia menikah dengan Siti Walidah, sepupunya sendir

i, anak Kyai Penghulu Haji Fadhil, yang kelak dikenal dengan Nyai Ahmad Dahlan, seorang Pahlawanan Nasional dan pendiri Aisyiyah. Dari perkawinannya dengan Siti Walidah, KH. Ahmad Dahlan mendapat enam orang anak yaitu Djohanah, Siradj Dahl

an, Siti Busyro, Irfan Dahlan, Siti Aisyah, Siti Zaharah.[1] Disamping itu KH. Ahmad Dahlan pernah pula menikahi Nyai Abdullah, janda H. Abdullah. la juga pernah menikahi Nyai Rum, adik Kyai Munawwir Krapyak. KH. Ahmad Dahlan juga mempunyai putera

dari perkawinannya dengan Nyai Aisyah (adik Adjengan Penghulu) Cianjur yang bernama Dandanah. Ia pernah pula menikah dengan Nyai Yasin Pakualaman Yogyakarta.[3]

KH. Ahmad Dahlan dimakamkan di KarangKajen, Yogyakarta.

Pengalaman organisasi

Disamping aktif dalam menggulirkan gagasannya tentang gerakan dak

wah Muhammadiyah, ia juga dikenal sebagai seorang wirausahawan yang cukup berhasil dengan berdagang batik yang saat itu merupakan profesi wiraswasta yang cukup menggejala di masyarakat.

Sebagai seorang yang aktif dalam kegiatan bermasyarakat dan memp

unyai gagasan-gagasan cemerlang, Dahlan juga dengan mudah diterima dan dihormati di tengah kalangan masyarakat, sehingga ia juga dengan cepat mendapatkan te

mpat di organisasi Jam’iyatul Khair, Budi Utomo, Syarikat Islam dan Comite Pembela Kanjeng Nabi Muhammad SAW.

Pada tahun 1912, Ahmad Dahlan pun mendirikan organisasi Muhammadiyah untuk melaksanakan cita-cita

pembaruan Islam di bumi Nusantara. Ahmad Dahlan ingin mengadakan suatu pembaruan dalam cara berpikir dan beramal menurut tun

tunan agama Islam. la ingin mengajak umat Islam Indonesia untuk kembali hidup menurut tuntunan al-Qur’an dan al-Hadits. Perkumpulan ini berdiri bertepatan pada tanggal 18 November 1912. Dan sejak awal Dahlan telah menetapkan bahwa Muhammadiya

h bukan organisasi politik tetapi bersifat sosial dan bergerak di bidang pendidikan.

Gagasan pendirian Muhammadiyah oleh Ahmad Dahlan ini juga mendapatkan resistensi, baik dari keluarga

maupun dari masyarakat sekitarnya. Berbagai fitnahan, tuduhan dan hasutan datang bertubi-tubi kepadanya. la dituduh hendak mendir

ikan agama baru yang menyalahi agama Islam. Ada yang menuduhnya kyai palsu, karena sudah meniru-niru bangsa Belanda yang Kristen, mengajar di sekolah Belanda, serta bergaul dengan tokoh-tokoh Budi Utomo yang kebanyakan dari golongan priyayi, dan

bermacam-macam tuduhan lain. Saat itu Ahmad Dahlan sempat mengajar agama Islam di sekolah OSVIA Magelang, yang merupakan sekolah khusus Belanda untuk anak-anak priyayi. Bahkan ada pula orang yang hendak membunuhnya. Namun ia berteguh ha

ti untuk melanjutkan cita-cita dan perjuangan pembaruan Islam di tanah air bisa mengatasi semua rintangan tersebut.

Pada tanggal 20 Desember 1912, Ahmad Dahlan mengajukan permohonan kepada Pemerintah Hindia Belanda

untuk mendapatkan badan hukum. Permohonan itu baru dikabulkan pada tahun 1914, dengan Surat Ketetapan Pemerintah No.

81 tanggal 22 Agustus 1914. Izin itu hanya berlaku untuk daerah Yogyakarta dan organisasi ini hanya boleh bergerak di daerah Yogyakarta. Dari Pemerintah Hindia Belanda timbul kekhawatiran akan perkembangan organisasi ini. Maka dari itu kegiatann

ya dibatasi. Walaupun Muhammadiyah dibatasi, tetapi di daerah lain seperti Srandakan, Wonosari, Imogiri dan lain-Iain telah berdiri cabang Muhammadiyah. Hal ini jelas bertentangan dengan keinginan pemerintah Hindia Belanda. Untuk mengat

asinya, maka KH. Ahmad Dahlan menyiasatinya dengan menganjurkan agar cabang Muhammadiyah di luar Yogyakarta memakai n

ama lain. Misalnya Nurul Islam di Pekalongan, Al-Munir di Ujung Pandang, Ahmadiyah[4] di Garut. Sedangkan di Solo berdiri perkumpulan Sidiq Amanah Tabligh Fathonah (SATF) yang mendapat pimpinan dari cabang Muhammadiyah. Bahkan dalam kota Yog

yakarta sendiri ia menganjurkan adanya jama’ah dan perkumpulan untuk mengadakan pengajian dan menjalankan kepentingan Islam.

Berbagai perkumpulan dan jama’ah ini mendapat bimbingan dari Muhammadiyah, diantaranya ialah Ikhwan

ul-Muslimin,[5] Taqwimuddin, Cahaya Muda, Hambudi-Su

ci, Khayatul Qulub, Priya Utama, Dewan Islam, Thaharatul Qulub, Thaharatul-Aba, Ta’awanu alal birri, Ta’ruf bima kanu wal- Fajri, Wal-Ashri, Jamiyatul Muslimin, Syahratul Mubtadi.[6]

Dahlan juga bersahabat dan berdialo

g dengan tokoh agama lain seperti Pastur van Lith pada 1914-1918. Van Lith adalah pastur pertama yang diajak dialog oleh Dahlan. Pastur van Lith di Muntilan yang merupakan tokoh di kalangan keagamaan Katolik. Pada saat itu Kiai Dahlan tidak ragu-ragu masuk gereja dengan pakaian

hajinya[7].

Gagasan pembaharuan Muhammadiyah disebarluaskan oleh Ahmad Dahlan dengan mengadakan tabligh ke berbag

ai kota, disamping juga melalui relasi-relasi dagang yang dimilikinya. Gagasan ini ternyata mendapatkan sambutan yang besar dari masyarakat di berbagai kota di Indonesia. Ulama-ulama dari berbagai daerah lain berdatangan kepadanya untuk menyat

akan dukungan terhadap Muhammadiyah. Muhammadiyah makin lama makin berkembang hampir di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, pada tanggal 7 Mei 1921 Dahlan mengajukan permohonan kepada pemerintah Hindia Belanda untuk mendirikan cabang-cabang

Muhammadiyah di seluruh Indonesia. Permohonan ini dikabulkan oleh pemerintah Hindia Belanda pada tanggal 2 September 1921.

Sebagai seorang yang demokratis dalam melaksanakan aktivitas gerakan dakwah Muhammadiyah, Dahlan juga memfasilitasi para anggota Muhammadiyah untuk proses evaluasi kerja dan pemilihan pemimpin dalam Muhammadiyah. Selama hidupnya dalam aktivitas gerakan dakwah Muhammadiyah, telah diselenggarakan dua belas kali pertemuan anggota (sekali dal

am setahun), yang saat itu dipakai istilah AIgemeene Vergadering (persidangan umum).

Pahlawan Nasional

Atas jasa-jasa KH. Ahmad Dahlan dalam membangkitkan kesadaran bangsa Indonesia melalui pembaharuan Islam dan pendidikan, maka Pemerintah Republik Indonesia menetapkannya sebagai Pahlawan Nasional dengan surat Keputusan Presiden no. 657 tahun 1961. Dasar-dasar penetapan itu ialah sebagai berikut:

  1. KH. Ahmad Dahlan telah mempelopori kebangkitan ummat Islam untuk menyadari nasibnya sebagai bangsa terjajah yang masih harus belajar dan berbuat;
  2. Dengan organisasi Muhammadiyah yang didirikannya, telah banyak memberikan ajaran Islam yang murni kepada bangsanya. Ajaran yang menuntut kemajuan, kecerdasan, dan beramal bagi masyarakat dan umat, dengan dasar iman dan Islam;
  3. Dengan organisasinya, Muhammadiyah telah mempelopori amal usaha sosial dan pendidikan yang amat diperlukan bagi kebangkitan dan kemajuan bangsa, dengan jiwa ajaran Islam; dan
  4. Dengan organisasinya, Muhammadiyah bagian wanita (Aisyiyah) telah mempelopori kebangkitan wanita Indonesia untuk mengecap pendidikan dan berfungsi sosial, setingkat dengan kaum pria.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Ahmad_Dahlan

Admin

SD Muhammadiyah 1 krian

Budaya 5 S SD Muhammadiyah 1 Krian

SENYUM, SAPA, SALAM, SUNGKEM, dan SOPAN Adalah kebudaayan dari SD Muhammadiyah 1 Krian

“Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni, Bahasa, sebagaimana juga budaya merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.” ( Wikipedia)

Dalam hal ini SD Muhammadiyah 1 Krian menerapkan beberapa kebudayaan / kebiasaan yang baik salah satunya yang terkenal adalah budaya 5 S-nya yaitu Senyum, Sapa, Salam, Sungkem, dan Sopan. Bukan hanya guru dan karyawan saja yang di tuntut untuk melakuakan hal ini tetapi seluruh siswa juga, Kebiasaan ini sebetulnya sudah lama di terapkan di Sekolah ini yang mana mengacu pada Ayat Al Quran surat  An-Nisa’ [4] : 86. yang artinya “Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa).  Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu”.

Penghormatan disini bermakna luas yaitu kita saling menghargai, menyayangi, bertoleransi, tolong menolong salah satunya dengan cara kita memberikan Senyum, Sapa, Salam, Sungkem, dan Sopan kepada orang yang kita jumpai dengan adanya Budaya 5 S itu kita bisa saling menghargai dan menghormati antara yang satu dengan yang lainnya sehingga rasa Tidak Suka, Benci, Iri dan Penyakit hati lainnya akan terhindar . Keluarga besar SD Muhammadiyah 1 Krian berusaha untuk terus melestarikan Kebudayaan 5 S karena banyak manfaat yang di dapatkan, salah satunya yaitu senyum banyak manfaat yang kita dapatkan antara lain

1. Dari Sisi Kesehatan

2. Dari Sisi Psikologi

  • Mengurangi stress
  • Meningkatkan kekebalan secara psikologis
  • Menjadi lebih rileks
  • Memberi kesan berseri dan optimis

3. Dari Sisi Agama

  • Merupakan sedekah
  • Obat rohani
  • Tanda kemurahan hati

4. Dari Sisi Penampilan

  • Menambah daya tarik
  • Memperbaiki penampilan
  • Menunjukkan kebahagiaan
  • Lebih disegani

Hadits-hadits yang menganjurkan senyum:

1. (HR Imam Trumudzi, Ibn Hibban & Al-Baihaqi):

”Tersenyum ketika bertemu saudara kalian adalah ibadah.”

2. (HR Ad-Dailamy):

”Sesungguhnya Allah membenci orang-orang yang bermuka masam dihadapan saudara-saudaranya.”

Senyum dapat memancarkan ikatan kasih sayang sehingga tercipta ta’liful qulb (hubungan hati). Ikatan hati yang bukan sekadar diikat oleh sesuatu yang bersifat materi, tetapi oleh iman dan Islam. Senyuman sebagai bukti Anda menghargai, menyayangi, dan mencintai saudara Anda. Marilah mulai hari ini kita mulai dengan Senyum, Sapa, Salam, Sungkem, dan Sopan kepada Orang Tua, Guru, Saudara, Sahabat,dan orang – orang yang kita jumpai.

Semoga artikel yang singkat ini bisa bermanfaat bagi kita semua amin amin ya robbal alamin….

Admin

SD Muhammadiyah 1 krian

“ SI KALKULATOR “ dari SD Muhammadiyah 1 Krian

Tepat pukul 15.10 hari kamis tanggal 27 Oktober 2011 suasana di Bandara Juanda Surabaya sangat padat, keadaan semakin meriah ketika puluhan siswa yang memakai baju batik merangsek ke terminal kedatangan domestik. Mereka ternyata siswa siswi SD Muhamamdiyah 1 Krian Sidoarjo yang menyambut kedatangan “si kalkulator “ PAVITA ARDHANI SUGIARTO PUTRI   setelah mengikuti lomba Wizard at Mathematics International Competition (WIZMIC) 2011” di City Montessori School, RDSO  Branch, Lucknow, India. Wartawan dari media elektronik dan cetak juga mengabadikan moment ini diantaranya RCTI, Metro TV, MNC TV, MHTV, SBO TV dan diundang  wawancara live di TV One hari minggu, 30 Oktober 2011.

Berita Pavita di RCTI :

Dalam perlombaan itu Pavita memperoleh 1 medali emas untuk kategori Team Contest dan 2 medali perunggu untuk kategori Individual Contest dan Group Contest. Putri sulung pasangan Sugiarto dan Rini Puspita Sari tersebut mengungkapkan kegembiraannya “akhirnya aku dapat emas” ujar siswi berkacamata tersebut kepada teman-temanya, sebab hasil gemblengan dari guru pembimbing membawa motivasi tersendiri bagi Pavita setelah 2 kali mendapat perunggu dalam International Mathematic Contest tahun lalu.

Sementara itu Prof.Dr. H. Syafiq A Mugni, M.A Pimpinan Pusat Muhamamdiyah mantan rektor UNMUH SIDOARJO memberikan ucapan selamat kepada Pavita dan Kepala Sekolah beserta dewan guru ketika berada di bandara. “Alhamdulillah Semoga ananda Pavita menjadi motivator bagi siswa siswi di SD Muhamamdiyah 1 Krian dan SD Muhammadiyah lainnya di Jawa Timur” itulah pesan dari pak Syafiq.  Ucapan selamat dan senyum bahagia juga mengalir dari teman-temannya yang ikut dalam rombongan.

“Si kalkulator “ begitulah julukan bagi siswi yang mempunyai hoby makan nasi goreng itu, sebab tiap ada soal-soal matematika selalu mendapat nilai 100. Puluhan soal matematika selalu ia kerjakan dalam waktu beberapa menit saja yang membuat iri teman-temanya. Persiapan yang dilakukannya tidak banyak, persiapan teknis dan persiapan mental, setelah mengikuti seleksi nasional dia ditraining di KPM Klinik Pendidikan MIPA Bogor pimpinan  Ir Ridwan.

Siswi yang gemar membaca ini menceritakan pada tanggal 23 Oktober 2011 setelah acara pembukaan oleh Mr Jagdish Gandhi barulah dimulai perlombaan. Dalam perlombaan untuk individu waktu yang diberikan 90 menit ada 15 soal isian singkat. Kemudian dilanjutkan lomba Team Contest diberi waktu 10 menit untuk mendiskusikan 10 soal.

Foto Pavita Saat Di Juanda Surabaya dan di sambut meriah oleh Sekolah dan wartawan :

Nanang Rouful Akbar,S.Pdi

SD Muhammadiyah 1 krian

Prestasi Siswa SD Muhammadiyah 1 Krian Yang Terukir Di Negeri Orang

Satu lagi pelajar SD Muhammadiyah 1 Krian yang berhasil mencetak prestasi di Tingkat Internasional dalam ajang Lomba International Mathematic Contest ( IMC ) 2011 di Singapura yang berlangsung pada tanggal 30 – 31 Juli kemarin.

Dengan persiapan yang matang dan dari pengalaman tahun lalu Pavita Ardhani Sugiharto Putri siswa yang sekarang duduk di kelas VI ( Enam ) berhasil mendapatkan Medali Perunggu dalam ajang lomba tersebut. Sebelum mengikuti lomba Pavita di Training selama 4 hari di Klinik Pendidikan MIPA BOGOR yang kebetulan SD Muhammadiyah 1 Krian bekerja sama dengan Klinik Pendidikan MIPA tersebut.

Dalam seleksi tes yang di ikuti ratusan siswa dari beberapa negara Pavita salah satu siswa yang mewakili Kabuaten Sidoarjo  yang berhasil lolos seleksi penyelisihan tersebut. Pada saat lomba, Materi soal yang disajikan dalam bentuk Bahasa Inggris dengan beberapa pilahan singkat, Pilhan Ganda dan Uraian Ganda. Pavita mengaku ada beberapa soal yang sulit  pada waktu mengerjakan salah satunya soal uraian ia lebih fokus mengerjakan soal uraian singkat dan uraian ganda karena menurutnya mempunyai bobot nilai yang besar.

Dengan program – program yang sudah dijalankan salah satunya membentuk komunitas – komunitas yang terdiri dari Komunitas Sains, Mathematic dan beberapa komunitas lain SD Muhammadiyah 1 Krian berharap ke depannya akan mampu lebih mencetak prestasi –  prestasi yang membanggakan baik tingkat nasional maupun tingkat Internasional.

Beberapa Hasil Wawancara Pavita S.P. Yang di Muat di Surat Kabar

1. Jawa Pos, Kamis 4 Agustus 2011

2. Radar Sidoarjo, Kamis 4 Agustus 2011

Admin

SD Muhammadiyah 1 krian

SATU LAGI PRESTASI YANG TERUKIR OLEH SISWI SD MUHAMMADIYAH 1 KRIAN

Alhamdulillah SD Muhammadiyah 1 Krian yang diwakili oleh Ananda Adninda Fitri Risdianto dari Kelas 2 dapat meraih juara 3 pada level 1 lomba Olimpiade Sains Kuark (OSK) 2011 dan mendapat predikat Honorable Mention. Hal ini tidak mudah karena persaingan yang sangat ketat yang harus di  hadapi Siswa siswi dalam Bapak Final.

Yang mengikuti lomba OSK (Olimpiade Sains Kuark ) terhitung sudah   lebih dari 250.000 siswa yang mengikutinya dan ada 1.500 diantaranya yang mampu memasuki babak semifinal. Tentunya anak-anak ini adalah anak-anak yang luar biasa, mereka memiliki kemauan yang kuat, daya saing yang baik dan juga kesukaan kepada ilmu sains. Hal ini tentunya menjadi sebuah bekal yang sangat berharga untuk menuju jenjang pendidikan tinggi, dimana kemampuan penalaran dan kemampuan analisa akan lebih diasah lagi dan lebih banyak dimanfaatkan.

Olimpiade Sains Kuark (OSK) 2011 memasuki babak final yang ditunggu-tunggu oleh seluruh finalis yang berjumlah 303 anak, dari 27 propinsi se-Indonesia. Mereka sudah melalui perjalanan yang panjang dan melelahkan dengan menyisihkan lebih dari 1.197 peserta lainnya di Babak Semfinal. Olimpiade yang digelar Komik Sains KUARK ini berhasil mendorong anak-anak dari berbagai penjuru daerah di tanah air untuk memiliki mimpi besar.

Setelah melewati proses seleksi dari penyisihan, semifinal, dan pada akhirnya final pada tanggal 25 Juni sabtu kemarin maka terpilihlah putra putri Indonesia yang berhasil menjadi yang terbaik dari 303 finalis seluruh Indonesia dari Papua sampai Batam yang diumumkan dan diberikan penghargaan pada hari minggu DI Kantor BPPT Jakarta, 26 Juni 2011.

Dengan prestasi yang telah diraih siswi tersebut Sekolah merasa bangga karena menganggap prestasi ini suatu prestasi pertama kalinya yang di peroleh oleh SD Muhammadiyah 1 Krian dalam lomba Olimpiade Sains Kuark (OSK), Mudah mudahan Tahun depan mendapatkan Predikat Absolute Winner, Amin…

Admin

SD Muhammadiyah 1 krian

OLYCON 2010 / 2011

Pada ajang tahunan bertajuk National Olympiad and International Conference (Olycon) 2010 telah memasuki tahun ke VI. Dalam penyelenggaraannya kali ini Majelis Dikdasmen P.W.M (Pimpinan Muhammadiyah Wilayah ) Jawa Timur masih tetap mempercayakan pelaksanaan acara ini di DOME Universitas Muhamadiyah Malang (UMM). Olimpiade ini diikuti  sekolah (SD-SMA/SMK) se-Indonesia. Olycon ini dilaksanakan sebagai bentuk apresiasi terhadap kreatifitas dan keilmuan sekolah-sekolah di lingkungan Sekolah – sekolah muhammadiyah se jawa timur bahkan dengan semangat yang luar biasa ada beberapa sekolah dari luar Jawa Timur Seperti dari Jawa Tengah, Jawa Barat, Bali, Sumatera dan masih banyak lagi. Continue reading “OLYCON 2010 / 2011”

Menghadapi Ujian Negara

Menghadapi Ujian Nasional (UN)

Seorang Guru bertanya kepada  siswanya…

Guru : Anak – anak besok adalah Ujian Nasional, Apa kalian sudah siap????

Murid : Ya Bu Guru….

Guru : Terus Apa yang sudah kalian siapkan untuk besok????

SI A : Nyontek teman Bu????

SI B : Bawa contekan dari rumah bu ?

SI C ? Terserah TAkdir Bu….

SI D : Ah Apa kata besok bu, kan ujiannya besok….he he he he!!!

Bu Guru Terbengong…..????? “”””””

Dan salah satu murid yang agak kritis berdiri dan mengangkat tangan kepada Bu Guru, Bu Saya mau tanya mengapa sih kita di paksa untuk belajar “ngebut semalam ” kan tidak mungkin pelajaran dalam satu tahun di kebut semalam( dengan agak marah si murid pun duduk )…..

Bu Guru : ehmmmm…Ayo angkat tangan siapa diantara kalian yang terbiasa belajar ngebut semalam????

murid – murid : terdiam tak berani menjawab……

Bu guru pun melanjutkan pembicaraannya, anak – anakku yang saya cintai dan mencintai saya…..apa pernah ibu mengajarkan pada kalian belajar kebut semalam….. Continue reading "Menghadapi Ujian Negara"

Seminar Quantum Parenting Dengan Pembicara Bunda Neno Warisman

Artinya :

Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. (An Nisaa : 9 )

Assalamualaikum Wr Wb

Dengan adanya perubahan zaman yang saat ini banyak merusak moral anak – anak bangsa maka Orang tua hendaklah sigap dan tanggap apa yang harus dilakukan supaya anak- anak kita terbentengi dengan kondisi yang seperti ini. SD Muhammadiyah 1 Krian beserta Komite berusaha  untuk membuka dan menambah wawasan Orang tua dengan mendatangkan Bunda Neno Warisman (Pemerhati Anak Dan Motivator Baca Anak ) Untuk diadakan Seminar Quantum Parenting.

Kami berharap Orang Tua Wali murid bisa mengikuti seminar tersebut dan mendukung program sekolah beserta komite dalam rangka mensinergikan Antara Orang Tua Dan Guru dalam proses pendidikan anak terutama anak SD  Muhammadiyah 1 Krian, sedangkan acara tersebut akan diadakan pada:  Continue reading "Seminar Quantum Parenting Dengan Pembicara Bunda Neno Warisman"