Menuju Brand Sekolah Lebih Berkualitas Tinggi

Malam itu, sekitar pukul 19.00 keluarga besar SD Muhammadiyah 1 Krian siap berangkat ke Salatiga dan Yogyakarta dengan bus Padi Mas. Tidak lupa kami mengucapkan doa untuk keselamatan dan apa yang kita inginkan semoga dapat terkabulkan.

Suasana sunyi dalam bis itu diganti oleh Bapak Pristiandi Teguh Cahya menjadi riuh ramai. Beliau menunjuk beberapa Bapak Ibu Guru untuk mengisi kegiatan kuliah bis dengan tema “mengenal lebih dekat”. Mulai dari sejarah kelahiran mereka sampai perjalan rumah tangga. Wau … sangat luar biasa dan menginspirasiku. Banyak sekali manfaat yang saya dapatkan setelah mendengar kisah kehidupan dari beberapa teman.

Alhamdulillah, Pagi itu kabut tebal dan dinginnya kota Salatiga menyambut kedatangan kita. Tak terasa cukup lelah sampailah kita di SD Muhammadiyah Plus Salatiga yang menjadi tujuan utama kita. Tepat hari Jum’at pukul 04.00 pagi kami sampai di SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga tepatnya di Kampus 1. Kemudian kita bersih diri dan dilanjutkan shalat Subuh berjamaah.

Harumnya aroma soto khas kudus menggoda hidung, ditemani tempe goreng, perkedel, krupuk dan teh hangat siap disantap juga. Dinginnya udara khas kota Salatiga membuatku ingin nambah lagi. Matahari sudah mulai terlihat, kamipun menuju halaman sekolah yang agak terpencil dengan bangunan modern minimalis, bersih, rapi, mampu mengundang kepercayaan penduduk sekitar untuk menitipkan anak – anaknya di SD Muhammadiyah Plus Salatiga. Sekolah dengan simbolis Islami modern, good moral, didukung dengan managemen yang baik dan rapi.

Di dalam masjid/aula kita berdiskusi dengan dibagi menjadi 2 sesi. Sesi pertama pemaparan profil sekolah yang dijelaskan gamblang oleh Pak Tomo selaku kepala SD Muhamadiyah Plus Kota Salatiga. Sesi kedua pengenalan pimpinan kaur dan kita dibagi sesuai bidang kita di SD Mutu dengan alasan agar tepat sasaran. Pada kesempatan ini kita bebas sharing dan tanya jawab mengenai bagaimana manajemen sistem dan pengajaran yang baik dengan berbagai tips jitu.

Perjalanan selanjutnya ke SD Muhammadiyah Sapen. Suasananya tidak seramai di SD Salatiga, karena hari Sabtu  siswa siswi libur. Ada hikmahnya juga kita bisa menelusuri semua ruangan dan kita juga sangat terhibur adanya ekstra paduan suara dan ekstra yang lainnya. Pertama kali kita sampai dilokasi disambut sangat ramah oleh bapak Hilman tentang profil sekolah, inti dari penjelasan Pak Hilman sekolah Sapen bisa sebesar ini  tidak berkembang sendiri akan tetapi melakukan pendampingan di sekolah – sekolah muhammadiyah di DIY sendiri.

Kemudian kami diajak Pak Hilman melihat ruang gamelan yang sangat lengkap membuatku teringat waktu dikampus peralatannya selengkap di SD Sapen. Sampailah kita diaula, kita disambut ramah oleh Pak Sofyan selaku kepala SD Muhammadiyah sapen. Tak lama kemudian kami mendengarkan materi dari Pak Sofyan tentang profil sekolah. Mulai dari sejarah berdirinya Sapen yang awalnya terkenal sekolah miskin sampai sebesar ini. Sempat meneteskan air mata melihat foto perjuangan orang yang bersejarah di pigora dalam aula tersebut. Yang paling terharu dan mengagumkan melihat keikhlasan sepasang suami istri yang rela ikhlas mewakafkan tanah untuk berdirinya sapen tersebut.

Berdasarkan penjelasan yang menjadi rahasia keunggulan SD Muhammadiyah Sapen diantaranya mengutamakan profesionalitas dan prestasi dengan mengkaji bahwa anak adalah amanah Allah SWT, kualitas pendidikan ditentukan oleh guru, kualitas suatu sekolah ditentukan oleh seorang kepala sekolah. Mendidik adalah mengembangkan tiga kemampuan dasar anak, keberhasilah pendidikan ditentukan oleh guru, orang tua murid, dan murid.

Tripusat pendididkan, dengan menjadi sekolah unggul dan sekolah model, anak mendapatkan pengalaman belajar tidak terbatas, menerapkan motto belajar sambil bermain. Mampu menciptakan sekolah akselerasi, kelas RSBI, kelas MIPA dan jaringan – jaringan yang kuat. Mendatangkan tenaga ahli untuk menangani ekstrakurikuler, pembekalan tenaga pendidik. Memberikan kebebasan kepada anak – anak untuk mengikuti club diluar sekolah. Semua hal baru itu yang menjadi harapan saya semoga sekolah mutu mampu menerapkannya.

Oleh : Siti Zulaihah